PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA " KEWIRAUSAHAAN"

PROJEK PENGUATAN

PROFIL PELAJAR PANCASILA

" KEWIRAUSAHAAN"

Relevansi projek ini bagi sekolah dan semua guru mata pelajaran

           


Salah satu agenda strategis pada peta jalan pendidikan Indonesia 2020-2035 adalah menciptakan generasi penerus masa depan bangsa yang tangguh, mandiri dan berdaya saing, terlebih untuk memasuki era Revolusi Industri 4.0 dan peluang bonus demografi. Menyadari pentingnya peran dan fungsi yang melekat pada peserta didik sebagai generasi muda, maka pemerintah Indonesia berusaha untuk mengembangkan segenap potensi yang ada melalui penyadaran, pemberdayaan, pengembangan kepemudaan di segala bidang, sebagai bagian dari pembangunan nasional. (Statistik Pemuda Indonesia 2020).

           

Penyadaran dan pengembangan sikap wirausaha kepada para siswa SMA usia remaja 16-18 tahun merupakan bagian dari kewajiban sekolah dalam menyiapkan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dibutuhkan untuk bekal kehidupan siswa di dunia nyata. Sekolah memberikan pengenalan, bimbingan, dan pendampingan bagi siswa dalam mengenal, memahami, dan menumbuhkan nilai-nilai luhur dalam tema kewirausahaan. Sekolah dapat menjadi ekosistem bagi siswa untuk belajar dan menggali pengalaman. Siswa yang memiliki daya kreasi dan inovasi yang tinggi, visioner, berjiwa pemimpin, mandiri, berkomitmen, pantang menyerah adalah siswa yang akan memberikan kontribusi positif dalam perannya di kelas, sekolah, dan masyarakat baik secara akademik maupun non-akademik.


       
Rangkaian kegiatan pada Tema Kewirausahaan dengan Projek “Membangun jiwa Enterpreneur sejak dini” melibatkan berbagai disiplin ilmu dalam pelaksanaannya. Pengenalan etika dan integritas lewat pelajaran agama dan budi pekerti serta budaya lokal; pembuatan berbagai macam teks seperti proposal, iklan, surat yang melibatkan pelajaran bahasa; penghitungan dasar hasil survey, harga, dan biaya dari pelajaran Matematika; pengenalan potensi daerah lewat pelajaran Ekonomi, Sosiologi dan Geografi serta mata pelajaran lainnya, menumbuhkan sikap kerjasama lewat kerja kelompok berbagai bidang ilmu dan juga pelajaran Olahraga, dan eksperimen pembuatan jajanan ringan atau kue khas daerah Jawa Timur (Bojonegoro) melalui mata pelajaran Prakarya, dan lainnya.



            Pelaksanaan projek ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat: siswa, orangtua, guru, sekolah, masyarakat sekitar, pemerintah daerah, dan pihak lainnya. Terutama dalam menggali dan melestarikan kembali tradisi budaya Tradisional Jawa Timur melalui pemberdayaan jajanan khas asli daerah Jawa Timur (Bojonegoro).

Komentar

Posting Komentar